Tampilkan postingan dengan label marzano. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marzano. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

J.Club Donut Sandwich

JCO sodorkan menu sarapan baru, bukan donat tapi sandwich.

Sarapan merupakan waktu makan paling penting untuk memulai aktivitas sepanjang hari. Untuk itu, makanan yang dikonsumsi sebaiknya juga bisa menyediakan asupan energi yang cukup hingga menjelang waktu lunch.

Memahami kebutuhan sarapan yang sehat dan lengkap, JCO menyajikan menu baru yaitu J.Club Donut Sandwich. Dimulai dari donut reguler J.CO Donuts, donut baby JPOPS, minuman J.COFFEE ataupun J.COOL frozen yogurt, J.Club Donut Sandwich hadir dalam 4 rasa antara J.Club Tuna, J.Club Salami, J.Club Cheese, dan J.Club Omelette.

Tak hanya itu, menu lezat praktis untuk quick breakfast ini juga dilabeli dengan harga yang cukup ringan, yaitu masing-masing hanya Rp.9.000,-.

Dalam rangka memperkenalkan menu terbarunya ini, JCO menyediakan Breakfast Package. Berlaku untuk 4 varian J.CLUB dengan 3 (tiga) pilihan paket J.Club, yaitu:

1 J.Club + Tea/Americano/COD dengan harga Rp19.000
1 J.Club + Hot/Iced Cappuccino dengan harga Rp23.000
1 J.Club + Hot/Iced Chocolate dengan harga Rp27.000.


Kebersamaan dan sukacita Festive season juga menjadi perhatian JCO. Merayakan kemeriahan Natal dan Tahun Baru tahun ini, produk terbaru dari JCO hadir dalam manisnya Snowboy & Snowgirl. Pasangan donat baru ini siap melengkapi keceriaan momen kebersamaan Anda dengan keluarga.

Bagian luar donat dikelilingi oleh sugar ice dan hiasan cokelat. Tak berhenti di situ saja, di dalam tiap gigitannya terdapat filling chocolate yang lezat. Bagi pecinta strawberry, Snow Girl siap jadi donat pilihan favorit. Kedua produk ini tersedia hingga 15 Januari 2011.




* woman.kapanlagi
Lihat juga : marzano, pizza hut

Resep Cake Ubi Cilembu Topping Vanilla

Tak hanya lezat disantap saat hangat, ubi cilembu juga nikmat saat disajikan dalam bentuk cake. Yuk coba resep berikut.


Bahan:

250 gram ubi cilembu kukus yang sudah dihancurkan
150 gram tepung terigu
100 gram mentega
100 gram palm sugar
50 ml plain yogurt
1 butir telur
1 sdt baking powder
garam secukupnya

Topping:

100 gram icing sugar
vanilla secukupnya

Cara Membuat:

1. Campurkan, telur, mentega, palm sugar, baking powder dan garam dalam sebuah wadah. Mixer hingga menyatu dan mengembang.

2. Masukkan yogurt dan ubi, kemudian aduk hingga rata.

3. Panaskan oven. Olesi loyang dengan mentega dan masukkan adonan. Panggang kurang lebih 30-40 menit hingga matang. Angkat dan dinginkan.

4. Campurkan icing sugar dan vanilla ke dalam 60 ml air. Masak di atas api kecil hingga mendidih.

5. Hias kue yang sudah matang dan didinginkan dengan icing sugar. Taburi dengan permen warna-warni agar lebih cantik



* woman.kapanlagi
Lihat juga : loewy, table8, tamani

Nutty Pistachio Pancake

Tepat jam 12:00 WIB, saat yang tepat untuk mengisi perut, saya bersama seorang rekan sampai di Pancious. Tanpa membuang waktu, kami mulai menelusuri buku menu sembari seorang waitress menawarkan menu–menu terbaru Pancious.

Sementara sang waitress masih sibuk menjelaskan, mata saya tertuju pada gambar pancake dengan topping es krim vanilla berlapis lelehan sirup kental berwarna hijau segar. Nutty Pistachio Pancake, itu lah namanya. Tidak jauh di sebelahnya, saya juga melihat pancake dengan nama Nutty Nutella Pancake, pancake dengan vanilla ice cream lengkap dengan lelehan coklat kental sebagai topping. Berdasarkan keterangan waitress, ternyata dua menu itu termasuk dalam menu terbaru Pancious. Saya semakin tertarik untuk mengetahui banyak mengenai menu–menu baru ini. Namun karena rasa lapar ini semakin terasa, saya beralih ke main menu sambil berjanji untuk mencoba menu itu nanti.

Saat melihat menu Pancake Beef & Blue Cheese yang dipesan seseorang di meja sebelah, saya tidak kuasa untuk membuat pilihan menu yang lain. Saya pun ikut memesan menu ini! Dan setelah saya coba, pancake ini terasa begitu sempurna saat lelehan keju berpadu dengan daging burger yang cukup tebal. Rasa keju yang kuat berpadu dengan aroma daging burger panggang yang lembut, memberikan sensasi rasa creamy yang kuat. Porsinya juga sangat pas untuk dinikmati saat lapar.

Ketika memutuskan untuk menikmati kuliner Pancious, saya bertekad jangan sampai melupakan menu pasta. Selain deretan menu pancake yang lezat, Pancious juga dikenal dengan menu pastanya yang tidak kalah lezat. Jika menu sebelumnya saya rela berbagi, menu kali ini saya tidak mau berbagi. Kenyalnya pasta dengan campuran potongan cabai, merupakan pilihan favorit saya kali ini. Chilli Prawn Pasta memiliki rasa pedas sangat pas bagi Anda pecinta menu pedas, ditambah lagi dengan udang yang begitu juicy di setiap gigitannya, memberikan taste seafood yang segar dan lezat.

Untuk melepas dahaga saya mencoba Fresh Kiwi Lemonade, soda ringan dan segar dengan perasan lemon dan sirup, serta potongan kiwi yang dalam sekejap sudah lenyap saya lahap.


* woman.kapanlagi
Lihat juga : sushi tei, burger, tamani

Nam Bo Kho, Salad Tradisional Vietnam

Kembali memanjakan para food hunters, JW Mariott memboyong beragam jajanan pinggir jalan dari berbagai negara Asia ke salah satu outlet restorannya, Sailendra, dalam The South East Asian Turf Part 2.


Dari Vietnam, Thailand hingga Malaysia, berbagai jajanan pinggir jalan yang terkenal lezat ini bisa Anda nikmati. Selain itu, Anda tidak perlu menjelajah ke pelosok pulau untuk menikmati ragam kelezatan nusantara. Ada banyak menu–menu tradisional seperti Bacang, Lotek, Karedok, ataupun Rujak Cingur.


Bernostalgia sejenak dengan jajanan masa kecil dulu juga wajar saja di sini. Es Lilin, es Doger serta makanan favorit baso juga tersedia di buffet Sailendra. Selain Teh Tarik dan Thai Ice Coffee yang siap melelehkan dahaga, Anda juga bisa menikmati kesegaran kelapa murni, langsung dari buahnya.

Mencoba mengulang sukses tahun lalu, dua Chef JW Mariott sengaja berwisata kuliner ke beberapa negara–negara Asia untuk membawa rasa otentik makanan favorit pinggir jalan ini. Di Sailendra mereka mengolah menu–menu jajanan tersebut untuk bisa dinikmati oleh para pecinta kuliner Jakarta. Perjalanan kuliner dimulai dengan mencicipi kenikmatan menu–menu Vietnam, kenikmatan otentik Nam Bo Kho (salad tradisional Vietnam yang terbuat dari pepaya) Ada juga Vietnamese Fried Tofu Salad dan Bhan Mi, yaitu sandwich yang sedikit berbau Perancis, dengan potongan chicken liver yang ditaburkan pada mayonais dalam roti Perancis, lengkap dengan beberapa potongan sayur.

Dari Bangkok Anda bisa menikmati ayam kari hijau dari Thailand (Gaeng Kiew Wan Gai), Massaman (menu daging Thailand dengan bumbu khusus). Nikmati juga menu mie khas Thailand, Khao Noom Jeen (mie Thailand dan sup bakso ikan) atau menu nasi bersantan yang khas dalam Khanom Krok. Kemudian area terakhir yang dikunjungi adalah negeri serumpun kita, Malaysia, dengan menu yang khas mulai dari Nasi Kandar Asam Laksa juga Popiah (Penang Vegetables Spring Rolls).

Untuk jajanan jalanan khas Jakarta, Anda bisa memanjakan lidah dengan rangkaian menu mulai nasi goreng, mie goreng hingga masakan Padang lengkap dengan baskom–baskom sayur khas rumah makan Padang yang juga hadir mengisi rangkaian buffet. Saatnya mengajak lidah Anda untuk berpetualang, nikmati perjalanan kuliner dalam kelezatan street food khas negara- negara Asia, yang bisa Anda temukan di Sailendra – JW Mariott Jakarta, mulai 23 Oktober hingga 5 Desember 2010


* woman.kapanlagi
Lihat juga :  marzano, pizza hut

Restoran Italia - Casa D'oro

Good news bagi Anda pecinta kuliner, karena restoran Italia, Casa D'oro menyuguhkan menu baru yang disajikan oleh Chef Santi Santamaria.





Dalam rangka merayakan kehadiran Jakarta Culinary Festival 2010, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta melalui restoran Italia, Casa D’Oro, menyuguhkan santapan ekslusif dengan sajian 7-course, selama tiga hari dari 5 hingga 7 November 2010, yang akan dijamu oleh chef tersohor dari Catalan, yang juga peraih 3 Michelin Star, Chef Santi Santamaria.

Dengan pengalamannya selama 16 tahun, Santi Santamaria dari Sant Celoni, Barcelona, akan memanjakan para tamu dengan hidangan khasnya serta membuat mereka terpesona karena gaya penyajian yang modern, kreasi hidangan tradisional Catalan dengan menggunakan ramuan bahan-bahan khusus dari Mediterania.

Pengalaman istimewa ini sangat tepat bagi para pencinta kuliner yang ingin menikmati santapan hidangan lezat serta mewah persembahan Santamaria dengan makanan 7-course dinner. Kelezatannya dimulai dari Japanese Scallop “A La Plancha” (Spanish saffron oil and green apple tartar) dilanjutkan dengan rasa luar biasa Red Tomato and Basil Soup (Herb salad toasted bread with Mediterranean sardines).

Hidangan yang akan menggoyang lidah para tamu, Vegetables A La Grecque (Eggplant caviarm wild mushrooms, parmesan flakes and sherry vinaigrette). Perpaduan tradisional dan modern dalam kreasi Suquet De Peix (Potatoes, Catalan sofrito and spinny lobster) dan Wagyu Beef (Shallot confit and polenta cake), Mint and Lemon Granite, merupakan kreasi rasa yang sungguh menggugah selera. Perjalanan kuliner ini diakhiri dengan Fresh Cameralized Mango (Finished in the oven with Szechuan peppecorns).



* woman.kapanlagi
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Zenbu Hadir dengan Menu Andalan MOZARU

Konsep clean, modern, kontemporer adalah gambaran restaurant Jepang ini. Jauh dari kesan kaku restaurant Jepang pada umumnya, Zenbu Restaurant mencoba menghadirkan atmosphere kasual dining yang nyaman untuk para konsumennya.

ZENBU House of Mozaru, restaurant dengan nuansa modern chic, telah membuka outlet kelimanya di Plaza Indonesia Extension Lt 5. Zenbu merupakan konsep Restaurant Jepang pertama yang menyajikan menu contemporer Japanese dengan kadar kalori dan nutrisi berimbang yang sudah dihitung oleh ahli gizi. Restaurant yang berdiri sejak tahun 2005, hadir dengan sajian menu Japanese fusion yang bervariatif.

Dengan motto “HOUSE of MOZARU”, Zenbu hadir dengan menu andalan, MOZARU, yaitu nasi dengan aneka jenis katsu (daging yang digoreng dengan tepung khas Jepang) disiram dengan saus: butter, dynamite, atau tomat, lalu toppingnya diberi Mozarella Cheese yang dibakar hingga meleleh. Menu ini dilengkapi dengan pilihan nasi Butter (mentega) atau Curry, Mozaru tersedia dalam sembilan pilihan daging: chicken, beef, seafood, mushroom, burger, salmon, gindara, unagi dan zenbu mozaru.

Memulainya dari konsep menu yang cukup sederhana ZENBU restaurant, terus mengembangkan menu–menunya yang hingga kini telah mencapai hampir 300 menu. Mulai dari sajian bakar, goreng, rebus hingga pilihan sushi yang unik dan contemporer. Salah satu sushi andalan Zenbu yaitu Dynamite Roll, dengan rasa mayones yang gurih, pedas. Bagi Anda pecinta menu keju, salah satu pilihan sushi di Zenbu, Cheese Sushi bisa jadi pilihan Anda. Menu Sushi unik ini hadir dengan topping Cheese bakar. Untuk memanjakan para pecinta Sashimi (daging mentah), Chef Shuji Osumi menciptakan saus Shoyu yang diracik khusus dengan aroma Shoyu, memperkuat rasa kesegaran sashimi.

Zenbu juga menyediakan menu appetizer Okonomiyaki, yaitu pancake ala Jepang yang disajikan diatas menu hotplate dengan pilihan bacon, salmon dan seafood. Ragam menu–menu lezat lainnya yang bisa jadi pilihan adalah Dynamite Scallop, Salmon Bacon, Shisamo Mentaiko (ikan yang kaya dengan omega 3 dan protein karena seluruh isi badannya berupa telur), dan Tobiko Tofu disajikan dengan mayonaise dan telur ikan terbang.

Untuk deretan minuman, Zenbu juga menyiapkan ragam pilihan minuman segar dan menyehatkan. Sebut saja salah satunya Green Mix Juice yaitu vegetable juice dengan rasa khas asam manis yang menyegarkan dengan sayuran Pok Coy sebagai bahan utama. Pilihan lainnya adalah Wasabi Mint shake yaitu minuman Susu dengan wangi Wasabi yang minty, sementara Macha Latteis a must to try, minuman teh Macha menyehatkan ini berpadu dengan manfaat susu segar, paduan sempurna menyegarkan tenggorokan Anda.


* woman.kapanlagi
Lihat juga : table8, sushi tei, burger

Chepa on Salsa ala Restoran Djuku

Nama restoran Djuku. Dalam bahasa Makassar, djuku berarti ikan. Bagus! Jadi, saya berharap dapat menyantap sajian ikan yang memang terkenal khas dan menjadi unggulan Makassar.

Wah, ternyata ini adalah restoran mewah! Tidak ada orang membakar ikan di depan - seperti biasanya merupakan pemandangan di warung-warung Pangkep. Di dalam ruang berhawa dingin itu tampak tatanan apik sebuah resto modern dengan konsep open kitchen.

Saya memesan Chepa on Salsa (Rp 40 ribu). Sekalipun daftar menu-nya tampak sederhana, tetapi sebetulnya banyak pilihan "tersembunyi" di sana. Para tamu harus "pintar" membaca menu, agar dapat memesan secara cerdas. Misalnya, untuk makanan yang saya pesan, ternyata hanya jenis ikannya saja yang sudah fixed - yaitu ikan cepa (semacam trevally atau ikan kuwe) - dan tumisan sayurnya. Sausnya masih harus dipilih dari enam jenis salsa yang tersedia, yaitu: saus parappe khas Makassar, rica-rica, tartar, saus kacang, dan sambal trasi. Untuk karbohidratnya pun kita masih harus memilih: kentang goreng, kentang ongklok, nasi putih, nasi merah.

Sekalipun bernama Djuku, ternyata resto ini hanya menyediakan empat macam ikan terbaik, yaitu: cepa, sunu (kerapu), seabass (kakap putih), dan baracuda. Udang, cumi, lobster, kepiting tampaknya sengaja tidak ditampilkan sebagai pilihan sajian. Tetapi, di sini juga tersedia steak daging sapi maupun ayam.

Karena saya tidak memesan appetizer, sambil menunggu hidangan utama dimasak, disajikan roti focacia dengan berbagai salsa. Focacia buatan sendiri yang bermutu bagus. Pilihan salsa untuk mencocol roti tampaknya sengaja disajikan dalam porsi kecil-kecil sebagai sampler agar tamu dapat memilih saus untuk ikan bakar yang dipesan.

Hidangan utama datang dengan tampilan yang mengesankan. Gaya nouvelle cuisine yang kreatif. Fillet ikan cepa yang dibakar dengan baik tampak "bertengger" cantik di atas tumisan jagung, greenpeas, wortel, buncis, kembang kol, dan paprika. Nasi merah dan saus parappe di dalam mangkuk-mangkuk tersendiri.

Ikan bakarnya juara - resultat wajar dari ikan yang benar-benar segar dan teknik memasak yang terpuji. Saus parappe-nya membuat saya tertegun sejenak. Saya terbiasa dengan saus parappe bernuansa kuat bawang merah. Saus parappe Djuku lebih balanced dan kompleks, dengan hint rasa manis yang tepat untuk mengimbangi gurihnya ikan bakar. Verdict: mak nyuss! Baik ikan maupun sausnya. Begitu pula tumis sayurnya cakep. Definitely, bukan pilihan yang salah.

Nasi dari beras merahnya pun tampil mengesankan. Beras merah dari Takalar ini ternyata memiliki tekstur yang mirip beras Arborio dari Italia yang biasa dipakai untuk membuat risotto. Nasinya garing dan kesat, sungguh terasa beda di mulut.

Untuk melengkapi kesan lokal, saya sengaja memesan teh Ori (teh hijau) dari Malino. Kesannya mirip seperti kita makan di restoran Tionghoa dengan didampingi Chinese tea yang serasi.

Terus terang, saya tiba-tiba merasa bangga bahwa di Makassar pun kini telah hadir sebuah restoran yang menyajikan masakan Indonesia (sekalipun dalam versi fusion) yang sungguh tidak mengecewakan. Yang juga mengherankan adalah ketika akhirnya saya menyadari bahwa untuk ambience yang sedemikian classy, dan mutu makanan yang unggul, ternyata rekening makan siang itu "hanya" di kisaran Rp 70 ribu. (Bondan Winarno)

Djuku
Wisma Kalla
Jl. Dr. Sam Ratulangi 8
Makassar


* detikfood

Docang adalah

Salah satu makanan Docang adalah makanan yang merupakan perpaduan dari lontong, daun singkong, toge, kerupuk yang berkolaborasi sayur dage atau tempe gembus yang dihaluskan serta di kombinasikan dengan parutan kelapa muda kemudian disiram dengan kuah gulai encer yang rasanya gurih dan sedikit pedas.

"Makanan ini mempunyai rasa khas yang gurih dan nikmat apabila disajikan dalam keadaan panas atau hangat dan untuk harga relatif terjangkau semua kalangan.

"Di Kota cirebon pedagang docang dapat ditemui di beberapa tempat, "Misalnya di alun-alun Keraton Kasepuhan, di pasar Kanoman, di jalan Perjuangan, dan bagi pengunjung dari luar kota Cirebon dapat dengan mudah menemukannya yaitu di jalan Tentara Pelajar tak jauh dari Grage Mal.

Namun, bagi Pak Kumis pedagang docang di Jalan Tentara Pelajar di setiap paginya selalu ramai. "Apalagi pas hari minggu selalu dipadati pembeli pada saat olah ragawan melepas lelah.


* seruu
Lihat juga : sushi tei, burger, table8

Rumah Makan Vegetarian Ko Alim

Beralih mengonsumsi makanan dari jenis daging ke vegetarian memang bukan hal mudah yang dapat dilakukan setiap orang. Terlebih, di Jakarta ini, jumlah rumah makan yang menyajikan makanan khusus vegetarian masih terbilang sedikit. Belum lagi masih banyak orang yang beranggapan bahwa menu vegetarian tidak selezat makanan berbahan daging.

Namun, Rumah Makan Vegetarian Ko Alim, yang berada di kawasan Petak Sembilan, Grogol, Jakarta Barat, memiliki menu khusus berbahan dasar vegetarian. Di warung ini, semua makanan bentuknya menyerupai daging, tetapi berbahan dasar makanan vegetarian yang telah diolah sedemikian rupa.Mengenai aroma dan rasanya, tentu tak kalah dengan aslinya sehingga membuat orang yang pernah mencicipinya menjadi ketagihan. Bahkan, menu yang tersedia di warung makan ini bisa merangsang orang untuk beralih ke menu vegetarian.

Warung makan vegetarian milik Ko Alim memang tidaklah besar seperti restoran. Bentuknya mirip seperti warteg (warung Tegal) sehingga tak banyak orang tahu mengenai warung tersebut. Sebuah etalase kaca yang menjadi tempat pajangan menu makanan tampak terlihat dari luar.Memang tak ada yang berbeda antara menu makanan yang disajikan warung milik Ko Alim dengan makanan dari warung pada umumnya. Yang menjadi pembedaannya adalah warung ini lebih fokus pada penyajian menu makanan jenis vegetarian.“Biasanya orang cenderung memilih makanan daging karena rasanya yang lebih enak. Namun, di sini kami mengakalinya dengan membuat menu daging buatan dengan bahan vegetarian tanpa menghilangkan rasa dan aroma daging aslinya,” kata Alim, Senin (26/4/2010).

Untuk menjerat pelanggannya, selain menjaga kualitas masakannya, Ko Alim juga menawarkan makanan dengan harga yang relatif murah. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat membeli aneka menu makanan yang dijualnya.Dikatakan, masakan vegetarian hasil olahannya itu terbuat dari tepung yang dicampur dengan jamur dan rumput laut, serta rempah-rempah sebagai pengganti rasa.

Awalnya semua bahan tersebut dicampur bersama air dan diaduk hingga mengeras. Setelah itu, tepung yang sudah padat kemudian dibentuk kecil-kecil layaknya daging yang disebut gluten. Daging buatan atau gluten yang masih mentah itu kemudian dipanaskan dalam oven atau bisa dibakar. Setelah itu baru diolah menjadi masakan seperti rendang dan sebagainya.Di warung Ko Alim ini juga tersedia mi ayam vegetarian. Daging ayamnya juga dia ganti dengan makanan vegetarian, yakni berbahan jamur cincang


* seruu
Lihat juga : marzano, pizza hut, sandwich

Aneka sushimi

Anda penggemar sushimi? Tempat ini harus Anda singgahi. Ada Sashimi Matsu, Sashimi Sen dan Sushi and Sashimi Deluxe yang jadi andalan. Diracik oleh chef berpengalaman dengan bahan-bahan tersegar berkualitas prima. Nyam..nyam... tottemo oishi desu!

Bagi penggemar sushi dan sashimi, restoran Sushimise yang menyajikan menu fusion sushi ini pasti sudah tak asing lagi. Sushimise pertama kali berdiri pada tanggal 19 Juni 2006 bertempat di kawasan Kemang Food Festival. Namun pada tahun 2008 silam restoran pertama Sushi Mise tersebut menempati lokasi baru di La Codefin, Kemang.

Sushimise berada di lantai dasar La Codefin - bederet dengan resto dan cafe lainnya - kombinasi warna putih hijau merupakan warna khas Sushimise membuatnya mudah dikenali. Bagian dalamnya ditata casual dengan drop cycling dan cermin di dinding yang jadi ciri khasnya begitu pula dengan deretan meja-meja yang dikombinasikan dengan kursi dan sofa yang empuk.

Selain aneka sushi roll dan hidangan Jepang lainnya seperti bento, ramen, dan udon, menu sashimi di restoran ini sangat istimewa. Selain edamame atau cawan mushi , ada salmon skin yang sangat menggoda selera!

Salmon skin disajikan dalam mangkok kecil bersama saus sambal dalam wadah terpisah. Kulit salmon digoreng garing hingga keemasan dengan balutan tepung tipis. Saat disuapkan ke dalam mulut rasanya kriuk krenyes gurih enak. Sekali coba, wah dijamin lidah bakal ketagihan!

Untuk menu utamanya beragam menu sashimi ditawarkan baik a la carte maupun paket. Pencinta sashimi sebaiknya mencoba Sashimi Sen yang terdiri dari 12 potong atau 9 potong Ocean Trout Salmon, Tuna, Octopus, Tuna, Tamago, Tuna Roll, dan Octopus. Untuk yang disantap sendiri bisa memesan sashimi sushi yang berisi 2 potong per sajian.

Kalau mau dinikmati beramai-ramai, tentunya Sushi and Sashimi Deluxe yang merupakan menu kombinasi sangat pas untuk dipesan. Hidangan tersebut berisi salmon sashimi, maguro, dan shiromi yang biasanya berupa white fish. Selain itu sashimi sushi dari salmon, ikan tuna, shiromi, ebi, dan makimono membuatnya tambah komplet saja.

Ocean Trout salmon yang berkualitas tinggi membuat sashimi di Sushimise terasa makin istimewa. Potongan salmon berwarna pink terasa sangat segar tanpa aroma anyir saat disuapkan ke mulut. Manis daging salmon yang segar berpadu serasi dengan shoyu yang asin dan sedikit pedas setelah diaduk bersama wasabi. Tamago yang lembut dan sedikit manis menjadi penyeimbang yang pas pula.

Kelezatan aneka sashimi di Sushimise dapat dinikmati mulai dari Rp 20.000,00 - Rp 160.000,00 untuk menu sashimi komplet. Bagi penggemar sushi yang berada di kawasan Bintaro kini boleh bergembira, sebab pada tanggal (3/12/2010) Sushimise akan melakukan grand opening outlet terbaru mereka di Bintaro Plaza lantai Anex 4.

Pastinya restoran sushi yang mengusung konsep open kitchen ini punya sejumlah penawaran yang menarik. Selain tempat yang lebih luas, pelayanan yang ramah, khusus outlet Bintaro Plaza setiap pemegang member card Sushimise akan memperoleh diskon sebesar 20% mulai dari tanggal 3-15 Desember 2010. Sedangkan outlet Sushimise Teras Kota, Serpong BSD menawarkan diskon sebesar 15% bagi pengguna kartu kredit ANZ selama masa promo hingga akhir tahun 2010. Penggemar sushi tunggu apa lagi?

Sushimise
La Codefin
Jl. Kemang Raya No.8
Kemang – Jakarta Selatan
Telp: 021-7183423
Jam buka: 11.00 – 24.00 week day dan 11.00 – 02.00 Week end

Sushimise
Bintaro Plaza lantai Anex 4
Bintaro
Jam buka: 10.00 – 23.00 week day dan 10.00 – 24.00 week end

Sushimise
Teras Kota
Jl. Pahlawan Seribu, CBD Lot VIIB
Lengkong Gudang – Serpong BSD City


* detikfood
Lihat juga : table8, sushi tei, burger

Mi Jawa Gaya Yogya

Jakarta - Kalau rindu dengan sentuhan Jawa coba saja hidangan bakmi satu ini. Dijamin rasa kangen pun langsung luntur karena kelezatannya. Mau bakmi yang 'digodok'atau mau yang digoreng? Bisa dipilih sesuai selera. Makan siang kali ini pasti jadi lebih menyenangkan!

Tampilan bakmi Jawa memang tak berbeda jauh dengan bakmi goreng atau rebus lainnya. Keunikan bakmi ini memang terletak pada cara memasak dan bumbunya. Umumnya bakmi Jawa memakai bakmi kuning atau bakmi putih (bihun) dengan isian daging ayam, kol, daun bawang, irisan tomat dan kekian (seperti adonan bakso) yang dipotong tipis terbuat dari tepung terigu.

Jenis mi yang dipakai adalah mi kuning basah. Umumnya mi Jawa dimasak dengan bumbu 'mlekoh' yang berupa kemiri, bawang merah, bawang putih dan merica. Bumbu yang dihaluskan ini merupakan ciri khasnya sehingga memberi warna sedikit keruh pada kuahnya. Tambahan lain yang wajib ada adalah telur, bisa telur ayam atau telur bebek (seperti mi Jawa gaya Yogya)

Bakmi Jawa disajikan dengan kuah kental sebagai mi rebus dan mi goreng. Minya juga bisa dipadu, mi dan bihun. Biasanya penjual juga menawarkan nasi goreng Jawa dan nasi goreng Magelangan atau nasi ruwet yang berupa campuran bakmi, bihun dan nasi.

Biasanya bakmi Jawa disajikan panas mengepul langsung dari wajan. Pendampingnya adalah acar mentimun, cabai rawit dan kerupuk kanji. Jika menyantap mi Jawa yang panas dan sedap ini dijamin keringatpun mengucur deras. Jika ingin menyegarkan diri dengan santapan khas Jawa yang murah enak ini, silakan mampir ke salah satu warung berikut ini.

Bakmi Jogja Bengawan
Jl. Haji Nawi No.2 (depan SMP Pangudi Luhur)
Jakarta Selatan

Bakmi Jawa Mbah Surip
Jl.Ampera Raya (Sebelah Gg.Kancil dan Gg.Sri Sulastri)

Bakmi Jawa Bumen
Jl. Pejoimpongan
Jakarta

Bakmi Jawa Gareng
Jl. Pakubuwono
Jakarta Selatan


* detikfood

Rabu, 01 Desember 2010

Mie Godog Kemepul Panas

Apa sih yang enggak ada di Jakarta? Semua nyaris tersedia termasuk jika kangen dengan bakmi Jogja. Pastinya tak perlu jauh-jauh lagi harus datang kesana. Warung makan yang satu ini dijamin bisa jadi tempat melepas kangen pada bakmi kota gudeg.

Warung makan sederhana yang terletak di Jl.Raya Ragunan ini letaknya menghadap ke jalan sehingga mudah dilihat. Tempatnya didominasi warna biru bertuliskan "BAKMI JOGJA". Tadinya saya tidak terpikir untuk makan warung ini, meski jaraknya dekat dengan rumah. Berkat bujukan adik saya yang sudah mencobanya saya pun jadi tertarik.

Yang menarik perhatian saya adalah gerobak bakminya yang diletakkan di depan warung. Beberapa ekor ayam utuh goreng digantung di dalam gerobak, sedangkan tempat masaknya menggunakan 2 buah anglo besar. Hmm... pasti beda rasa dan aromanya kalau memasak menggunakan anglo pikir saya.

Yang tak kalah menariknya dari tukang masak sampai yang melayani pelanggan memakai seragam batik. Hebat kan? Biar sederhana mereka sangat mengutamakan pelayanan. Warung makan yang tidak terlalu besar ini ternyata baru buka jam 17.00. Setelah maghrib barulah warung bakmi ini mulai diserbu pembeli. Mulai dari yang makan di tempat sampai yang mengantri untuk dibawa pulang.

Setelah kami memilih tempat duduk kami memilih menu. Ada bakmi dan bihun yang ditawarkan goreng atau godok, nasi goreng, magelangan yang semuanya ditawarkan dalam satu harga. Kalau yang porsi biasa Rp 13.000 dan special Rp 17.000 (tambah ampela ati), istimewa Rp 21.000 (pake potongan sayap ayam). Cukup murah bukan?

Oh ya, untuk minuman tersedia teh, jeruk dan ronde. Untuk makanannya saya mencoba bakmi godog special. Selama menunggu pesanan datang kami disuguhkan pemandangan hilir mudik sang pelayan termasuk si juru masak. Anglo yang berisi arang panas terus menyala dengan bantuan kipas angin kecil, sang juru masak sibuk meracik bumbu dengan mie. Hmmm... harumnya sudah membuat saya makin lapar.

Akhirnya pesanan kami datang juga. Walau menggunakan piring biasa mie godok pesanan saya tampil menggoda selera. Dengan taburan bawang goreng, irisan ampela ati, ayam, daun bawang, tomat, dan acar di pojok piring saya mulai menyantapnya.

Wah... rasanya memang kurang pas kalau tidak memakai sambal. Ternyata mie godog ini lebih pas dengan campuran cabai rawit hijau utuh yang sudah tersedia di setiap meja. Saat menyantapnya keringat pun mulai berlelehan, selain karena mie yang masih panas juga pedasnya rawit. Apalagi ditemani kerupuk putih hmm... tambah nikmat dan lahap!

Menurut saya porsinya sangat pas dan cukup nendang. Mie godog kemepul panas ini juga cocok disantap kalau sedang flu. Pokoknya selain pas dilidah juga pas di kantong. Mau coba?

Bakmi Djogja Mas Komari
Jl.Raya Ragunan No.185
(depan Toko Foto Jaya /Konica,dekat Gelanggang Remaja PS Minggu,Jaksel)


* detikfood

Rujak Cingur, Citarasa Jawa Timur-an

Jakarta - Pada saat makan siang, Warung Sekar Taji selalu dipenuhi para karyawan dari berbagai kantor di sekitarnya. Apalagi setelah shalat Jumat, karena tempatnya tidak jauh dari sebuah masjid. Padahal, di sekitarnya ada banyak pilihan lain.

Apa yang menarik dari warung ini? Pertama, karena harganya yang sungguh murah meriah. Kedua, tentu pula karena citarasanya yang cocok di lidah para pelanggannya. Warung Sekar Taji mengkhususkan pada masakan Jawa Timur.

Pilihan saya di sini - kebetulan pula yang paling mahal - adalah rujak cingur (Rp 25 ribu). Disajikan dengan irisan lontong yang cukup lembut, rujak cingurnya tampil cukup sederhana. Sayurnya hanya kangkung, tauge, dan kacang panjang. Buahnya pun hanya ketimun, bengkuang, dan nenas. Tetapi, potongan cingurnya hadir dalam porsi yang cukup generous, ditambah potongan tahu dan tempe goreng. Sambal petisnya juara.

Setidaknya, ada dua kesepakatan dalam menilai rujak cingur Jawa Timur. Pertama, cingurnya tidak boleh terlalu empuk. Tidak perlu kualitas cingur yang bisa menggigit kembali, tetapi harus masih kenyal teksturnya. Kedua, sambal petisnya harus merupakan campuran antara petis 'kampung' dan petis 'priyayi'. Kalau petisnya terlalu bagus, malah tidak akan menghasilkan sambal yang pas tendangannya.

Dalam skala 6-10, rujak cingur Sekar Taji saya beri angka 8. Lumayan, bisa buat tombo kangen (pengobat rindu) bagi mereka yang tidak bisa terlalu sering pulang mudik ke Surabaya.

Sayangnya, bagi sebagian orang, rujak cingur masih merupakan 'bizarre food'. Entah kenapa, cingur alias moncong sapi ternyata merupakan isu yang menjijikkan bagi banyak orang. Karena itu, bagi orang-orang yang tidak termasuk 'Jawa Timur People', rujak cingur merupakan acquired taste.

Oke, kalau Anda belum bisa makan rujak cingur, masih ada pilihan lain, yaitu nasi rawon (Rp 17 ribu). Potongan dagingnya tidak terlalu banyak, tetapi empuk dan tak seberapa berlemak. Kuah rawonnya encer, dengan citarasa intens. Saya duga dalam proses memasaknya memakai daun mlinjo (daun so), karena saya mendeteksi citarasa yang mirip dengan nasi pindang dari Kudus. Paket nasi rawon ini disajikan dengan telur asin, tauge pendek, sambal trasi, dan krupuk.

Pilihan lainnya adalah nasi rames begana (Rp 16 ribu), nasi ayam bakar (Rp 16 ribu), nasi pecel lele (Rp13 ribu), nasi pecel pincuk atau nasi pecel tumpang (Rp 9 ribu), dan nasi soto ayam (Rp 15 ribu). Side dish yang dapat dipesan adalah bothok teri, tahu telur, atau tahu thek.

Minumannya pun khas, seperti: es blewah, es kelapa muda, es jeruk, dan es soda gembira. Sayangnya, tidak ada es sinom yang terbuat dari daun asam. Kalau ada, sungguh pas-cok untuk mendampingi berbagai masakan yang rata-rata pedesnya nonjok. (Bondan Winarno)

Warung Sekar Taji
Jl. Panglima Polim V/58
Kebayoran Baru

* detikfood

Miang kham adalah Appetizer khas Thailand

Jakarta - Sejak beberapa tahun terakhir ini, kawasan Kerobokan di Bali menjadi 'sarang' bagi berbagai restoran papan atas. Bila semula hanya ada La Lucciola, Ku De Ta, dan Warisan yang menjadi trio di wilayah ini, sekarang jumlahnya sudah lebih dari selusin. La Lucciola dan Ku De Ta tetap bertahan. Warisan telah 'pecah' menjadi Metis - tetapi kemudian Warisan muncul kembali di tempatnya yang lama. Kemudian muncul Sarong, The Living Room, Biku, Sardine, Degan, dan banyak lagi.

Sarong yang hadir sejak dua tahun yang lalu kini telah semakin kuat mencengkeram pasar. Sekalipun Bali dikenal sangat longgar dalam etika berpakaian, Sarong tetap melarang tamu mengenakan celana pendek dan sandal jepit. Interior-nya terkesan chic dan mewah, dengan sentuhan khas Bali.

Melihat buku menu-nya, segera tampak jelas bahwa Sarong menyajikan berbagai masakan pilihan dari Asia - Indonesia, Thai, Filipina, Cina, Vietnam, India, dan Jepang.

Minuman yang dipesan datang bersama complimentary kripik tempe dan mint chutney. Sajian awal yang unik. Kripik tempe yang sangat Jawa, dan mint chutney yang khas India. Ternyata cocok juga.

Starters-nya (Rp 65-75 ribu) menampilkan beberapa pilihan: perkedel wagyu, peking duck rolls, atau naan stuffed with lamb and yoghurt. Karena saya tidak memesan starter, ternyata saya malah mendapat kiriman dari chef berupa panfried scallop dan miang kham. Bukan saja karena gratis, tetapi saya juga gembira menerima complimentary ini karena sudah cukup lama tidak mencicipi miang kham. Miang kham adalah appetizer khas Thailand, terdiri atas berbagai jenis savouries kering - kacang sangrai, ebi, teri, srundeng, dan sambal asam - yang dibungkus dengan sejenis daun sirih.

Main course yang saya pesan adalah kari merah bebek khas Thailand. Saya sengaja tidak memesan nasi, melainkan garlic naan untuk menyantap kari merah ini. Seperti Anda ketahui, masakan Thai mengenal dua jenis kari, yaitu: kari merah dan kari hijau. Kari bebek-nya mak nyuss! Selain bebek, isinya adalah rebung muda, cherry tomato, kelengkeng, dan jagung muda. Rasa daun jeruk dan Thai basil membuat santan yang mlekoh merah ini terasa segar. Sesekali ditingkah rasa manis dari kelengkeng dan cherry tomato.

Pilihan main course-nya cukup beragam, dengan harga antara Rp 88-159 ribu. Ada berbagai macam kari India, crispy pork hock (khas Filipina), grilled lamb shank, bebek panggang, ikan bakar, dan lain-lain. Pilihan yang lebih ringan (Rp 98-105 ribu) mencakup: grilled beef salad (Thai), tuna tartar (fusion Jepang), babi guling dan lawar pakis, crispy salmon, dan lain-lain.

Segeralah singgah ke Sarong, sebelum semua orang berkisah tentang pengalaman makan yang mengagumkan di sana sambil berkomentar: die die must try.

Tetapi, sebelum Anda terburu-buru berangkat ke tempat ini, mohon dicatat bahwa Sarong hanya buka untuk makan malam. Tepatnya mulai pukul 18.30. Jadi? Santai saja dulu. Mandi, kenakan pakaian terbaik, dan berangkat. Jangan lupa, Sarong adalah a place to see and to be seen. Pastikan juga bahwa Anda sudah memesan tempat terlebih dulu. Hingga kini, setiap malam Sarong hampir selalu fully booked. (Bondan Winarno)

Sarong
Jl. Petitenget 19X
Kerobokan, Bali



* detikfood
Lihat juga : sushi tei, tamani, marzano

Cinta Grill di Monkey Forest Road

<

Jakarta - Dulu, bila sedang berada di Ubud dan ingin makan steak, maka yang muncul di benak pastilah selalu Naughty Nuri's, di seberang Museum Neka. Tetapi, begitu muncul Cinta Grill di Monkey Forest Road, pilihan pun segera beralih.

Pertama, karena tempatnya - di pusat keramaian Ubud - lebih mudah dijangkau. Kedua, karena kualitas layanan jauh lebih baik. Ketiga, karena tempatnya lebih pantas dan lebih nyaman untuk makan steak. Keempat - dan sebetulnya ini merupakan alasan yang mendasari semua alasan lain - karena kualitas steak-nya memang lebih juara.

(Catatan: sebelum saya lupa, sesuai dengan namanya, di belakang restoran ini juga ada fasilitas penginapan yang bagus. Tempatnya persis berseberangan dengan Cafe Wayang yang dikenal banyak orang).

Cinta Grill & Inn ternyata merupakan bagian dari kelompok restoran lainnya - yaitu: Batan Waru, Siam Sally, Terazo - semuanya berkualitas jempolan, dan memiliki karakter khas masing-masing. Tidak heran bila selama di Ubud kita hanya "muter-muter" di tempat-tempat yang pemiliknya sama. Kalau kebetulan melihat pemiliknya - Gusky dan Karen - jangan segan menyapa. Mereka ramah-ramah, kok.

Dari menu grill, pilihannya adalah: baby back pork ribs (Rp 92 ribu), bratwurst (Rp 82 ribu), beef tenderloin (200 gram, Rp 95 ribu), pork tenderloin (Rp 88 ribu), beef gorgonzola burger (Rp 87 ribu), atau grilled chicken (Rp 57 ribu). Semua menu grill dihidangkan dengan grilled veggies, salad, serta pilihan: rice pilaf, corn cob, french fries, cuban black beans, atau nasi putih.

Dari dua pilihan grill yang sudah saya cicipi, keduanya berkualitas mak nyuss!

Jangan khawatir! Bila Anda datang ke sini dengan teman yang tidak suka steak, tersedia Indian vegan curry, South Indian fish curry, grilled vegetables, dan lain-lain. Ada juga berbagai menu tradisional Nusantara, seperti: tipat cantok (ketupat campur khas Bali), soto ayam, opor ayam, nasi goreng, tongseng dengan harga Rp 28-63 ribu.

Selain itu, juga tersedia berbagai pasta dan sandwiches. Jangan lewatkan penne putanesca (Rp 49 ribu) dan fettucinne beef stroganoff-nya (Rp 68 ribu). Di "departemen”"sandwich, juaranya adalah tuna panino melt (Rp 54 ribu) dan smoked marlin open sandwich Rp 44 ribu).

Jangan lupa, bila cuaca panas, minuman pendamping yang cocok di sini adalah ginger fizz. Siropnya dari jahe dan serai, ditambah soda dan es batu. Hmm, mak nyess! Nuansa lokal yang amat menyegarkan. (Bondan Winarno)

Cinta Grill & Inn
Monkey Forest Road
Ubud, Bali


* detikfood
Lihat juga : table8